Bandar Lampung, - Robot Sepak Bola Indonesia karya cipta Mahasiswa Teknokrat Indonesia, perguruan tinggi swasta terbaik di Lampung berhasil memboyong 3 piala dalam ajang bergengsi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, yang digelar 7-8 Oktober 2020.

Event yang diselengarakan pusat prestasi nasional Kementrian Riset Teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) RI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) memborong juara dari semua kategori sekaligus.

UTI membawa pulang gelar Juara satu untuk kategori KRSBI Humanoid Mengiring Bola dan KRSBI Kategori Lari, serta juara dua KRSBI Kerjasama robot. Yang menetapkan UTI untuk melenggang ke ajang nasional.

"Kontesnya KRSBI Humanoid, diselenggarakan dalam dua wilayah dan satu nasional. Yang baru saja kita ikuti wilayah 1, meliputi sumatera, Jawa bagian barat dan sebagian Jawa Tengah," ujar Pembimbing divisi KRSBI Humanoid UTI Maulana Aziz Assuja.

Maulana menjelaskan, diikutinya kompetisi tersebut  untuk meningkatkan keilmuan dan kreatifitas mahasiswa di bidang robotika. Dalam kontes ini, mahasiswa dituntut untuk bisa mengembangkan kemampuan dalam bidang mekanika, manufaktur, elektronika, pemograman, artificial intelligent, image processing, komunikasi digital, strategi, kemampuan meneliti dan menulis artikel.

Sekaligus diperlukan pengembangan ke arah disiplin, toleransi, sportifitas, kerjasama, saling menghargai, kontrol emosi dan kemampuan softskill lainnya.  "Ini tidak hanya sebagai Implementasi kebijakan Kampus Merdeka. Namun juga untuk meningkatkan prestasi dan rangka pengembangan kompetisi di era Revolusi Industri 4.0, Society 5.0. Kami berharap bisa meraih hasil yang lebih baik di Nasional nanti," pungkasnya.

 

Bali, - Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional dalam ajang bergengsi 8th Bali International Choir Festival (BICF) 2019, yang berlangsung 24-27 Juli 2019.

Dalam Festival Paduan Suara ini, Universitas Teknokrat mengirimkan mahasiswa/i terbaik yang tergabung dalam tim paduan suara mahasiswa Teknokrat. Setelah bertanding pada Rabu, 24 Juli 2019, Tim Paduan Suara Mahasiswa Teknokrat meraih dua medali emas dan perak.

Pembina Paduan Suara Teknokrat Rischa Kustiyawati, S.Kom, mendampingi Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, Sabtu (27/7/2019, mengatakan, dua medali yang diraih yaitu, Kategori mix youth memperoleh silver medal (medali perak). Lagu yang di nyanyikan, hope faith life love – all things bright and beautifull. Katogori pop and jazz memperoleh gold medal (medali emas). Lagu yang di nyanyikan: it might as well be spring – how far i’ll go.

Bali International choir festival 2019 yang didirikan oleh Tommyanto Kandisaputra (President of Bandung Choral Society) artistic director of Bali International Choir Festival telah berhasil menyelenggarakan acara BICF tersebut.

Awarding Ceremony dibuka oleh Kapolda Bali Inspektur Jendral Polisi Petrus Reinhard Golose serta dihadiri oleh para pejabat Polda Bali, Kapolresta Denpasar Bali dan pejabat setempat.

Kegiatan BICF ini berlangsung selama 5 hari tepatnya dari tanggal 23 – 27 Juli 2019, berlangsung di Discovery Kartika Plaza Hotel Kute Bali. Festival paduan suara ini di ikuti oleh 105 peserta dari 15 negara di dunia di antaranya Indonesia, Amerika, Korea Selatan, Italia, Malaysia, Singapura, Afrika Selatan, Filiphina, Vietnam, Spanyol, slovenia, Thailand, India, China, Srilanka. Ada 16 juri profesional yang berasal dari 11 Negara didunia, 5 juri asal Indonesia, 3 juri asal Amerika, 1 juri asal Vietnam, 1 juri asal Thailand, 1 juri asal Italia, 2 juri asal Filipina, 1 juri asal Srilanka, 1 juri asal Slovenia, 1 juri asal Malaysia.

Rischa melanjutkan, dalam kompetisi bergengsi ini Universitas Teknokrat mengirimkan 38 mahasiswa/i terbaik yang terbagi dalam 3 fakultas yaitu Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Mereka dilatih oleh empat pelatih yang telah berkompeten yaitu Naning Widayati, M.Pd., Yusi Indra Adiwijaya, S.S, Tian Hestiarto, SPd, Marsha Katarina Andreas, S.Pd, dan Pianist Antonius Yudha Esma, serta pembina paduan suara Teknokrat Rischa Kustiyawati, S.Kom.

Rischa juga Ketua Kontingen Tim melanjutkan, usaha yang dilakukan mahasiswa untuk mendali ini tidaklah mudah, selama tujuh bulan mereka berlatih untuk mewujudkan hasil yang terbaik. “Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Universitas Teknokrat Indonesia yang sangat mendukung kami sepenuhnya secara moral dan materil, kepada orang tua mahasiswa yang juga mendukung dan memberikan doa restu kepada anak-anak. Serta terimakasih kepada para pelatih yang juga ikut berjuang membantu kami menghasilkan anak-anak yang memiliki mental yang kuat dalam kompetisi internasional ini,” ujar Icha sapaan akrab pembina UKM PSM Teknokrat ini.

 

Sumber : https://warta9.com/tim-paduan-suara-mahasiswa-teknokrat-raih-mendali-emas-dan-perak-bali-international-choir-festival/

Tim Bahasa Inggris Teknokrat English Club (TEC) Universitas Teknokrat Indonesia mampu mendapatkan spot jajaran pemenang di ajang lomba bahasa Inggris Asian English Olympics (AEO) 2020. Tim yang terdiri dari 10 mahasiswa dari tiga cabang lomba yang diikuti yakni debate, newscasting dan speech berhasil menerima dua penghargaan khusus di acara tersebut. Yang pertama adalah Pengahrgaan Pembicara terbaik pertama lomba debat Bahasa Inggris kategori pemula (The 1st novice best speaker) diraih oleh Malik Akbar Junaidi, mahasiswa program studi Sastra Inggris angkatan 2016. Mahasiswa yang kerap disapa Akbar tersebut berhasil memperoleh nilai tertinggi untuk kategori individu, dimana nilai akhir merupakan akumulasi dari nilai individu yang dikumpulkan dari ronde 1 sampai ronde 6 yang berlangsung selama 2 hari. “


Penghargaan lainnya diperoleh Andi Tri Santoso, mahasiswa program studi Sastra Inggris angkatan 2017. Andi dari cabang newscasting memperoleh penghargaan sebagai penampil reportase berita terbaik (The Best Live Report). Andi berhasil menduduki peringkat pertama dari seluruh peserta newscasting pada saat babak penyisihan. “Saya tidak menyangka bahwa nilai performance saya berada di posisi nomor satu. Saya focus untuk tampil maksimal di depan kamera dari konten yang saya siapkan”. Babak ini terbilang cukup menantang karena dilakukan di luar ruangan dan terdistraksi oleh orang lalu lalang, sehingga dibutuhkan konsentrasi dan mental yang kuat untuk dapat tampil dengan lancar.


Asian English Olympics (2020) merupakan event tahunan dari Universitas Bina Nusantara yang diselenggraakan oleh Bina Nusantara English Club (BNEC) untuk berkompetisi di bidang Bahasa Inggris tingkat Asia. Tahun ini siswa dan mahasiswa dari Bangladesh, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Korea Selatan ikut bertanding. Kali ini, AEO diselenggarakan dari tanggal 10 – 14 Februari 2020 di Universitas Bina Nusantara dan mengangkat tema “Manifest Your Dream”.
Prestasi ini menjadi motivasi agar tahun berikutnya Tim Teknokrat bisa kembali dipanggil dalam jajaran juara. Bagi Pembina Teknokrat English Club (TEC), Suprayogi, M.Hum., AEO adalah ajang internasionalisasi kampus agar mahasiswa terbukakan wawasannya untuk berinteraksi dan berkompetisi dalam atmosfer global. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami aksen Bahasa yang bervariasi, tetapi juga mengukur diri sejauh mana berpikir kritis dan tampil terbaik dalam kompetisi yang skalanya lebih tinggi.

Meski terbilang baru, komunitas senam Universitas Teknokrat Indonesia sudah meraih prestasi. Tidak tanggung-tanggung dua mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia meraih juara 1 pada lomba Senam Bandarlampung Sehat Bermartabat pada Gebyar Sehat, di Lamban Kuning Sularame Bandarlampung, Minggu (8/3/3020).

Dua mahasiswa Universitas Teknokrat yang meraih juara senam pada Gebyar Sehat yaitu, Edytha Bintang Yemima Sihombing dan Aindi Ailutfi. Juara 1 pemenang lomba senam menerima hadiah dan piagam dari Irjen Pol (pur) Ike Edwin – dr. Zam Zanariah. Dosen pembimbing Senam Universitas Teknokrat Indonesia Rachmi Marsheilla Aguss, M.Pd, Senin (9/3/2020), mengatakan, dua mahasiswa yang neraih juara 1 dalam senam kreasi Bandarlampung Sehat, tampil luar biasa sehingga menjadi perhatian juri dan dinobatkan sebagai pemenang.

Dalam lomba gebyar sehat untuk senam kreasi diikuti sebanyak 30 regu dari berbagai kalangan. Dengan penuh keyakinan dan semangat berlatih usaha Edytha Bintang dan Aindi Ailutfi, akhirnya membuahkan hasil. Sebagai komunitas baru di Prodi Pendidikan Olahraga di Universiras Teknokrat, Rachmi cukup bangga dengan prestasi yang diraih dua pesenam Teknokrat. Kedepan dirinya bersama pembina senam lainnya akan terus melakukan pembinaan bagi pesenam Teknokrat agar bisa meraih prestasi dalam perlombaan senam. (W9)

Prestasi bidang akademik kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Kali ini, mahasiswa yang tergabung Tim “Gajah Emas”, juara 1 Nasional Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) pada Divisi Kreasi Video yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta. LIDM yang berlangsung 14-16 November diikuti oleh 161 peserta 37 dosen pendamping dari 27 perguruan tinggi di Indonesia.

Setelah melalui proses perlombaan, Tim “Gajah Emas” yang beranggotakan: Robekka Risten Fransiska Sinaga (Pend. B.Inggris), Syahar Nurmala Sari (Pend. B.Inggris), Randi Romadhoni (Teknologi Informasi), Dirgantara Mardha Dilansyah (Teknologi Informasi) Meraih Juara I pada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2019. LIDM yang diselenggarakan oleh Kemendikbud di Universitas Negeri Yogyakarta ini mengumumkan daftar Pemenang yaitu :
Juara I             : Univertas Teknokrat Indonesia
Juara II            : Universitas Presiden
Juara III          : Universitas Pendidikan Indonesia
Juara Harapan  : Universitas Muslim Indonesia

Dosen pembimbing Universitas Teknokrat Indonesia Lulud Oktaviani, SPd, M.Pd, saat dimintai keterangannya via WastApp, Jumat (15/11/2019), mengatakan, Tim Gajah Emas Teknokrat dalam LIDM mengangkat tema “Sampah Merubah Alam ku”. Atas prestasi yang diraih Tim “Gajah Emas” Teknokrat, Lulud Oktaviani mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak Universitas Teknokrat Indonesia, terutama kepada Rektor Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA. “Terima Kasih kami ucapkan kepada Universitas Teknokrat Indonesia, khususnya kepada Bapak Rektor dan jajarannya atas segala motivasi dan dukungan kepada mahasiswa dalam mengembangkan diri dan keterampilan sampai ke tingkat nasional,” ujar Lulud. Karena prestasi yang diraih oleh mahasiswa tidak lepas dari dukungan pihak Universitas Teknokrat Indonesia yang selalu memfasilitasi dan membebaskan mahasiswa dalam berkreasi sehingga mereka dapat mengembangkan potensi terbaik dirinya masing-masing, terutama dalam bidang digital.


Kasubdit Penalaran dan Kreatifitas Mahasiswa Kemendikbud Dr. Misbah Fikrianto saat membuka LIDM mengatakan, kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan kompetisi mahasiswa secara utuh dalam TI dan komunikasi. Serta mengembangkan materi pendidikan berbasis digital. Selain itu untuk mendukung literasu data, teknologi dan manusia. Ia merasa, kekuatan mahasiswa, dosen, dan sumber daya manusia jadi kunci, baik sebagai manager, operator, leader maupun policy maker. LIDM merupakan lomba yang bertujuan untuk membangun pengembangan keilmuan mahssiswa terurama pada bidang teknologi modern yang berbasis pada bidang teknologi informasi.